Sumber Dan Nilai Ham | Membuatkan Isu Untuk Bersama


Hakasasi selaku predikat dan martabat insan itu mempunyai sumber nilai tertentu.Sumber nilai itu diyakini kebenarannya dan dijadikan pedoman untuk menyelesaikanmasalah HAM yang dihadapinya. Adapun nilai-nilai yang dijadikan sumber HAM ituadalah selaku berikut:

1.     Nilaiketuhanan.
Kepercayaan insan terhadap sebuah kekuatan adikodrati sudahtumbuh setua usia insan itu sendiri. Sejarah insan dan fatwa agama senadadalam menampilkan klarifikasi bahwa insan itu tidak dapat mengakhiri sendirimasalah yang dihadapinya. Ketidakmampuan insan itu kemudian menghasilkan manusiamencari solusi lewat kepercayaan. Sistem keyakinan ihwal suatukekuatan adikodrati itu kemudian menjadi embrio lahirnya agama. Keyakinan itukemudian mendapatkan penegasan fatwa agama , baik agama budaya maupun agamalangit. Hak-hak dasar yang dimiliki insan itu diyakini selaku anugerah Tuhansehingga implementasi HAM dilarang berlawanan dan mesti sesuai denganajaran Tuhan. Bahkan HAM kian mengembangkan dan memperkokoh rasa keimanan danketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Ajaran Tuhan merupakan sumber nilai yang tak terbatas. Ilmuyang dikembangkan dari nilai-nilai yang bersumber dari Tuhan tidak adahabisnya. Demikian pula dengan HAM , bersumber pada nilai ketuhanan sehingga HAMyang dikembangkan tidak menyalahi aturan yang ditetapkanNya. Semakin religiusseseorang maka ia akan kian menghargai HAM. Sebab , didepan Tuhan semuamanusia sama , dan yang membedakan cuma tingkat ketaqwaannya. Bukankah HAM itumenempatkan insan mempunyai kesetaraan selaku manusia?

2.     Nilaikemanusiaan.
Nilai-nilaikemanusiaan merupakan sumber nilai bagi HAM. Tanpa nilai kemanusiaan HAM akanmengakibatkan insan keluar dari jati dirinya selaku manusia. Bukankahmanusia itu dibilang selaku insan alasannya merupakan kemanusiaannya yang dimiliki? Bilaia sudah hilang kemanusiaannya , maka ia tidak lebih tinggi atau bahkan lebihrendah dari binatang. Harkat dan martabat insan terletak pada kemampuanmenghargai hak asasinya. Sebutkan aneka macam teladan yang menampilkan pelanggarannilai-nilai kemanusiaan merupakan pelanggaran HAM.

3.     Nilaikebudayaan.
Nilai-nilaikebudayaan merupakan sumber nilai bagi pengembangan HAM. Semakin tinggi tingkatkebudayaan dan peradaban insan maka kian tinggi pula kemampuannya untukmelampaui batasan alamiahnya. Semakin berbudaya menjadi kian halus ,lembut , dan terdidik kepribadiannya. Orang yang tidak berbudaya seringdikatakan rendah kehidupannya. Melalui kebudayaan insan mengekspresikanseluruh kehidupannya secara simbolik. Di dalam simbol itu ada nilai , dan untukmemahaminya diinginkan interpretasi. Pemahaman insan terhadap segala sesuatudi luar dirinya dijalankan secara tidak pribadi tapi lewat simbol. Untukmemahami hidupnya maka diinginkan interpretasi. Misalnya , dikala seseorangsedang lapar , maka ia tidak menyerupai hewan yang pribadi menampilkan respondan mengkonsumsi apa saja yang dirasa sanggup menyanggupi rasa laparnya. Cara makan orangpun juga berlainan dengan binatang. Orang makan dan minum tidak secaralangsung tapi diolah dulu dan diberi aneka macam bumbu yang diminati mudah-mudahan enakcita dan rasanya. Penyajiannya juga dijalankan secara berbudaya , menggunakantempat khusus dan diletakkan di meja makan dengan segala kelengkapannya sehinggamenjadi kian menarik. Demikian pula HAM , sekalipun universal , tapi setiapkebudayaan mempunyai elemen universal pula sehingga antara kebudayaan dan HAMmemiliki keterkaitan yang tidak sanggup dipisahkan , yakni kian mempertinggiderajat kemanusiaan. Carilah beberapa teladan lain bahwa HAM itu menunjukkantingkat kebudayaan seseorang atau suatu masyarakat.

4.     Nilai-nilaimoral.
Normamoral berupa fatwa baik dan jelek menurut kebiasaan penduduk , jugamenjadi sumber nilai bagi HAM. Moral itu sifatnya gampang alasannya merupakan mengaturperilaku baik atau jelek menurut kebiasaan yang berlaku dalam suatumasyarakat. Oleh alasannya merupakan itu fatwa moral sebuah masayarakat yang satu berbedadengan penduduk yang lain. Sekalipun berlainan , tapi sanggup didapatkan unsuryang sama di dalam setiap moral. Unsur yang serupa tersebut merupakan pertama ,aturan ihwal perbuatan baik dan buruk. Kedua , aturan mesti ditaati olehsetiap anggota masyarakat. Ketiga , pelanggaran atas aturan memunculkan sanksimoral berupa perasaan bersalah. Keempat , tujuan moral merupakan membentuk manusiayang baik menurut ukuran masyarakat.
Ketikapelaksanaan HAM itu berlawanan dengan norma-norma moral , maka akanmengakibatkan HAM tidak sanggup diterima oleh masyarakat. Sebagai teladan , diEropa orang meminum minuman keras merupakan upaya untuk menetralisir hawadingin. Mengkonsumsi minuman keras secara berlebihan akan menghasilkan mabuk dankehilangan kontrol dan kesadaran diri. Akibatnya , orang mabuk sanggup melakukanperbuatan melanggar aturan dan HAM. Kebiasaan minum minuman keras di Eropa ituapabila dibawa ke Indonesia , akan berlawanan dengan norma moral masyarakatyang religius , bahkan berlawanan dengan aturan yang berlaku.

5.     Nilaihukum.
Pelaksanaandan dukungan HAM tidak mendapatkan kekuatan yang tetap dan efektif , manakalatidak didasari dengan hukum. Melalui dukungan aturan itu HAM akan memilikikepastian aturan , dan setiap orang cukup umur dianggap tahu ihwal aturan sertawajib menaatinya. Bahkan , negara yang tidak mencantumkan HAM di dalam sistemhukum nasional akan dibilang kurang serius di dalam menghormati HAM dan akandikucilkan dari penduduk internasional. Hukummerupakan sumber nilai HAM. Di dalam aturan , ada aturan baik dan jelek perilakusuatu anggota penduduk yang bersifat formal dan tegas. Setiap aturan memilikiunsur-unsur selaku berikut.
a.       Aturantentang sikap manusia.
b.      Aturandibuat oleh forum yang berwenang.
c.       Aturanbersifat formal dan tegas.
d.      Setiaporang wajib tunduk dan patuh terhadap aturan.
e.       Pelanggaranatas aturan akan dikenai hukuman yang tegas.
HAMyang tidak dilandasi oleh aturan akan memunculkan pertentangan atau pelanggaran.Bahkan HAM tidak akan mempunyai kekuatan untuk ditegakkan tanpa ada hukum. Hukumitu dibentuk untuk melindungi HAM dan aturan tanpa HAM akan menimbulkankesewenang-wenangan hukum. Namun demikian HAM tanpa aturan maka HAM itu akanlemah , alasannya merupakan aturan itu untuk mengendalikan mudah-mudahan HAM sanggup dilaksanakan dengansebaik-baiknya.

6.     Nilaikeadilan .
Pemahamantentang keadilan bermacam-macam. Ada orang yang mengetahui keadilan itu sebagaipenyamarataan. Dikatakan adil alasannya merupakan setiap orang mendapatkan pecahan yang sama.Aristoteles membedakan keadilan menjadi tiga macam. Keadilan tersebut adalahkeadilan komutatif , distributif , dan legal.
Nilai keadilan harusmenjadi dasar dalam pengembangan HAM. Tanpa keadilan , HAM membuat manusiakehilangan jati dirinya selaku manusia. Manusia akan adikara danmelanggar HAM insan lainnya. Misalnya , dalam melaksanakan keleluasaan orangperlu memperhatikan keleluasaan orang lain. Orang boleh menyimak musiksekeras-kerasnya selama orang lain tidak terusik dengan bunyi musik tersebut

Tidak ada komentar untuk "Sumber Dan Nilai Ham | Membuatkan Isu Untuk Bersama"